PROBLEM SOLVING AND DESICION MAKING TRAINING

Posted: 04/05/2009 in event

Walaupun di kalender tidak ada tulisan yang mengatakannya, tapi tanggal 2 Mei adalah hari lahir Ki Hadjar Dewantara yang lantas diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (hardiknas) oleh bangsa Indonesia.

Tapi, apa spesialnya tanggal 2 Mei 2009? Hmmm…spesialnya adalah pada hari Sabtu tersebut, Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi) mengadakan acara di Aula Fakultas Kedokteran UNS yang bertajuk PROBLEM SOLVING AND DECISION MAKING TRAINING It’s possible to solve your problem“. Ya, sebuah training yang diperuntukkan bagi kalangan umum dan mahasiswa.

Dan hanya dengan membayar Rp 25.000,00 bagi mereka yang masih menjadi tanggungan orang tua alias mahasiswa atau pelajar dan Rp 30.000,00 bagi mereka yang termasuk dalam kategori umum, para peserta bisa mendapatkan fasilitas berupa snack, makan siang, coffee break, sertifikat, dan ilmu yang sangat bermanfaat dari sang pembicara yaitu Pak Mustaq Firin, S.Psi, M.Si yang juga seorang dosen Universitas Gadjah Mada.

Lantas, bagaimana jalannya acara PSDMT tersebut? Acara tersebut bisa dikatakan sangat sukses. Kenapa? Karena, peserta yang hadir ada 195 orang dari 200 orang yang ditargetkan oleh panitia. Acaranya pun tidak ngaret sebagaimana yang biasa dilakukan bangsa Indonesia pada umumnya. Dimulai pukul 08.30, acara diisi dengan sambutan dari ketua panitia PSDMT, yaitu Anis Dyah Ayu Masita (mahasiswi Psikologi angkatan 2007), Ketua Program Studi Psikologi, Dra. Suci Murti Karini, M.Si dan terakhir adalah Dekan Fakultas Kedokteran UNS yaitu Prof. DR. A.A. Subijanto, dr., M.S.

Setelah acara sambutan, untuk menyegarkan suasana, Pak Mustaq Firin memberikan beberapa pertanyaan yang membuat para peserta tercengang. Sebagai contoh adalah, jika sekarang jam 8 malam, dan Anda ingin bangun jam 10 pada keesokan harinya, berapa jam Anda memutar jam weker? Berapa banyak hewan yang dibawa nabi Musa dalam perahunya? Jika di dalam sebuah ruangan ada lampu, senter, lilin, dian teplok, dan kayu, manakah yang pertama kali Anda nyalakan?

Kemudian, langsung dilanjutkan materi pertama yaitu Experiential Learning Cycle. Pada materi pertama ini, peserta diberikan tiga kartu dengan warna yang berbeda. Kartu merah untuk harapan, kartu kuning untuk ……., dan kartu hijau untuk……… Selesai menulis, kartu dikumpulkan dan sebagian dari tulisan tersebut dibacakan oleh trainer sambil dievaluasi.

Selanjutnya, adalah game Hollow Square. Dalam permainan ini, peserta akan dibagi

menjadi 20 kelompok dengan tiap kelompok dibagi lagi menjadi perencana (4 orang), pelaksana (4 orang), dan pengamat (2 orang). Tugas mereka adalah menyusun potongan-potongan gambar menjadi bujur sangkar bolong. Karena banyaknya peserta dan rumitnya permainan ini, Pak Mustaq Firin dibantu oleh dua puluh orang co-trainer yang berasal dari panitia. Tugas para co-trainer adalah mengkoordinasi tiap kelompok peserta (sebelum acara, peserta mengambil undian untuk menentukan tempat duduk dan kelompok) dan mengawasi jalannya game tersebut.

Selesai Hollow Square, peserta diberikan waktu untuk maksiat, makan istirahat dan sholat hingga pukul 13.00. Rampung maksiat, dilanjutkan game Business Opportunity. Di sini tiap-tiap kelompok bersaing untuk mencari jalan yang benar dalam sebuah kolom F x 7. Jika satu kelompok salah, akan dilanjutnya kelompok berikutnya. Dan seterusnya hingga ditemukan pemenangnya.

Dan sebagai acara pamungkasnya, Pak Mustaq Firin memberikan permainan yang menurut kita hampir tidak masuk akal. Apa itu? Jeng.jeng….menembuskan sedotan plastik ke dalam kentang. Tidak mungkin. Itu kata pertama kita. Bagaimana bisa? Caranya adalah dengan fokus terhadap apa yang kita inginkan dan percaya bahwa itu bisa dilakukan. Kemudian konsentrasi, pegang erat sedotan dan menutup lubang bagian atas, kemudian dengan kecepatan tinggi lesakkan sang sedotan ke arah kentang. Hasilnya, fantastis. Sedotan itu masuk ke dalam kentang. Dan ternyata, banyak juga peserta yang bisa melakukannya. Cause I want, I can.

Acara pun berakhir. Tibalah saat berpisah. Master of Ceremony menutup PSDMT dan peserta keluar melewati pintu menuju tempat parkir untuk mengambil kendaraan mereka dan pergi ke tempat tujuan selanjutnya. Sedangkan panitia, setelah acara usai mengucapkan puja dan puji syukur karena acara berjalan lancar. Saatnya untuk evaluasi dan berbenah.

admin by Busrini

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s