Arsip untuk Maret, 2010

Sebuah agenda rutin dari himpunan mahsiswa psikologik UNS yang mempertemukan perwakilan dari masing-masing angkatan untuk membahas siu-isu dan masalah-masalah yang sedang terjadi di kampus PSikologi tercinta. Acara yang diselenggarakan oleh komite komunikasi dan jaringan(KOMJAR) ini juga merupakan pijakan awal sebelum menuju kepada tingkat yang lebih tinggi yaitu Audiensi, sebuah pertemuan yang hampir sama namun lebih tinggi dengna menghadirkan dosen dan pengelola Prodi PSikologi UNS.

Dalam Focus Group Discussion yang diadakan pada tanggal 18 maret 2010 yang lalu dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari masing-masing angkatan mulai dari anagkatan 2006,2007,2008 dan 2009. Masing-masing angkatan mewakilkan 3 orang. Acara yang dipipmpin oleh seorang moderator yang berasal dari panitia berlangsung di Ruang kuliah I kampus PSikologi pukul 13.30.

Acara dimulai dengan menyamakan isu-isu apakah yang akan diangkat ke permukaan. Isu-isu itu antara lain tentang sarana dan prasarana kampus, transparansi nilai dan profesionalisme dosen-dosen program studi psikologi UNS. Satu persatu peserta memberikan tanggapan mengenai isu-isu tersebut.
Yang pertama dibahas adalah tentang sarana dan prasarana yang ada di kampus psikologi UNS. Dimulai dari ruang kelas, mayoritas peserta FGD mempertanyakan tentang AC. Semua peserta meminta kepada pengelola prodi untuk menyediakan Ac di masing-masing ruang kuliah untuk keberlangsungan dan kenyamanan proses perkuliahan yang kondusif. Masih mengenai ruang kelas yang ada di kampus psikologi UNS, mahasiswa mempertanyakan tentang kebersihan runag kelas yang tidak terawatt. Dipertanyakan mengapa sepertinya tidak ada petugas kebersiahan yang bertanggung jawab terhadap kebersiahan ruang kelas setiap pagi.

Masih mengenai sarana dan prasarana, peserta FGD mempertanyakan keberadaan KAmarmandi bagi putra maupun putri yang jumlahnya sangat minim dan meminta kepada pihak prodi untuk menambah jumlahnya dan meminta agar kebersihannya agar lebih diperhatikan. Lebih lanjut mngenai sarana dan prasarana, yang mendapat perhatian lebih dari peserta adalah ketersediaan lah parker ynag masihjauh dari kata memadai.
Beralih ke isu yang kedua yaitu mengenai transparansi nilai yang diberikan oleh para dosen kepada mahasiswa. Mayoritas peserta mempertanyakan bagaimana proses pemberian nilai yang dilakukan oleh dosen.
Semua uneg-uneg yang ada di FGD akan di sampaikan kepada dosen-dosen dan pengelola prodi dalam audiensi.

-admin by Dian Putra Haryadi-

FORUM GROUP DISCUSSION

Posted: 21/03/2010 in 1

Sebuah agenda rutin dari Himpunan Mahasiswa Psikologi UNS yang mempertemukan perwakilan dari masing-masing angkatan untuk membahas siu-isu dan masalah-masalah yang sedang terjadi di kampus Psikologi tercinta. Acara yang diselenggarakan oleh komite komunikasi dan jaringan (KOMJAR) ini juga merupakan pijakan awal sebelum menuju kepada tingkat yang lebih tinggi yaitu Audiensi, sebuah pertemuan yang hampir sama namun lebih tinggi tingkatannya karena menghadirkan dosen dan pengelola Prodi PSikologi UNS.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan pada tanggal 18 maret 2010 yang lalu dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari masing-masing angkatan mulai dari anagkatan 2006, 2007, 2008, dan 2009. Masing-masing angkatan mewakilkan 3 orang. Acara yang dipipmpin oleh seorang moderator yang berasal dari panitia berlangsung di Ruang kuliah I kampus Psikologi pukul 13.30.

Acara dimulai dengan menyamakan isu-isu apakah yang akan diangkat ke permukaan saat audiensi nanti. Isu-isu itu antara lain tentang sarana dan prasarana kampus, transparansi nilai dan profesionalisme dosen-dosen program studi Psikologi UNS. Satu persatu peserta memberikan tanggapan mengenai isu-isu tersebut.

Yang pertama dibahas adalah tentang sarana dan prasarana yang ada di kampus Psikologi UNS. Dimulai dari ruang kelas, mayoritas peserta FGD mempertanyakan tentang AC. Semua peserta meminta kepada pengelola prodi untuk menyediakan AC di masing-masing ruang kuliah untuk keberlangsungan dan kenyamanan proses perkuliahan yang kondusif. Masih mengenai ruang kelas yang ada di kampus Psikologi UNS, mahasiswa mempertanyakan tentang kebersihan ruang kelas yang tidak terawat. Dipertanyakan mengapa sepertinya tidak ada petugas kebersihan yang bertanggung jawab terhadap kebersihan ruang kelas setiap pagi.

Masih mengenai sarana dan prasarana, peserta FGD mempertanyakan keberadaan kamar mandi bagi putra maupun putri yang jumlahnya sangat minim dan meminta kepada pihak prodi untuk menambah jumlahnya dan meminta agar kebersihannya agar lebih diperhatikan. Lebih lanjut mngenai sarana dan prasarana, yang mendapat perhatian lebih dari peserta adalah ketersediaan lahan parkir yang masih jauh dari kata memadai.

Beralih ke isu yang kedua yaitu mengenai transparansi nilai yang diberikan oleh para dosen kepada mahasiswa. Mayoritas peserta mempertanyakan bagaimana proses pemberian nilai yang dilakukan oleh dosen.

Semua uneg-uneg yang ada di FGD akan di sampaikan kepada dosen-dosen dan pengelola prodi dalam audiensi.

admin by Dian Putra Haryadi

ONE DAY OF BATIK

Posted: 19/03/2010 in event
Tag:,

Time      : 16 Maret 2010.

Place     : Batik Gunawan Setiawan

Presented by Komite Minat dan Bakat

2 oktober 20009 adalah tanggal yang akan dicatat sebagai hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal itu, UNESCO sebagai lembaga PBB yang bergerak dalam bidang budaya menetapkan batik nusantara sebagai warisan budaya dunia (world heritage). Kita sebagai bangsa Indonesia patut berbangga atas penobatan ini. Tapi, rasa bangga saja ternyata tidak cukup. Harus ada tindakan nyata untuk menunjukkan kebanggaan kita itu. Banyak jalan menuju Roma. Itu kata pepatah kuno. Maka, banyak jalan juga untuk menunjukkan rasa bangga kita akan batik nusantara.

Salah satu cara yang dilakukan oleh mahasiswa psikologi adalah dengan mengadakan acara one day of. Dalam kegiatan ini, mahasiswa psikologi yang berjumlah sekitar 48 orang dari angkatan 2006 sampai yang 2009 mengikuti rangkaian acara di kampung batik Kauman, yang lebih tepatnya di Batik Goenawan Setiawan.

Bermodalkan kendaraan masing-masing, berangkatlah iring-iringan kendaraan dari kampus tercinta menuju Kauman. Meniti jalur Panggung-Pasar Gede-Gladag-Capit Urang-Klewer-Kauman, akhirnya sampai juga rombongan di tempat tujuan. Acara pertama yang dilakukan adalah  berkeliling ke dapur batik. Di sini,para peserta yang awam batik mendapat pencerahan dari seorang pemandu yang dengan kata-katanya membimbing kami (para peserta) menuju titik terang tentang tata cara pembuatan batik. Mulai dari batik cap yang menggunakan pencetak, hingga batik tulis yang memiliki kerumitan tinggi untuk menjadikannya sebuah kain batik yang indah. Tak hanya itu, sang pemandu juga memberitakan tentang proses pewarnaan kain batik dengan menggunakan bahan kimia dan bahan alami. Yang ternyata, proses pembuatan batik itu tak semudah menghabiskan sebungkus nasi kucing. Celetukan dari seorang teman ini sepertinya patut kita pikirkan, “Besok kalau beli kain batik, jangan nawar ya…bikinnya susah.”

Pada akhir perjalanan ini, kami diajak ke sebuah ruang museum (no camera in this room) yang berisi ragam motif batik. Ternyata, motif batik itu dibuat tidak asal-asalan. Tiap goresan yang ada pasti mempunyai makna. Tak ada cetak yang terbuang sia-sia tanpa arti. Semuanya ada tujuan yang mengikuti. Sehingga, penggunaannya pun akan berbeda antara motif yang satu dengan yang lainnya.

Lelah melakukan perjalanan, peserta akhirnya duduk. Dan tibalah saat yang dinantikan. Puncak dari rangkaian acara ini, yaitu membatik bersama. Kelompok besar yang ada kemudian membelah diri menjadi 12 kelompok yang di dalamnya berisi 4 orang. Kemudian, agar tidak terlalu banyak para peserta yang tersesat dalam proses ke depannya, sang pemandu pun memberikan petuah terakhirnya tentang proses yang akan dilalui. Membuat pola pada kain (dibebaskan), mencanting, proses pewarnaan, pengclupan, dan terakhir pengeringan.

Dengan sebatang pensil, kain mori itu berubah. Kemudian, ketika api telah tertransfer dari korek ke kompor, hal ini menandakan bahwa proses mencanting akan segera dimulai. Malam di atas wajan mencair. Tiap orang telah siap dengan canting masing-masing. Lantas, dengan perlahan dan tertatih peserta mulai mencanting. Memindahkan malam cair ke atas kain sehingga membentuk motif yang indah. Meski baru belajar, ternyata tidak membutuhkan banyak waktu bagi para pembatik psikologi untuk merampungkan proses ini.

Lanjut prosesi selanjutnya adalah mewarnai. Dalam proses ini, peserta disediakan 4 buah macam warna. Hijau, biru, merah, dan kuning. Tetapi, jangan sampai tertipu. Karena warna yang akan tampak pada pada kain batik akan berbeda. Kuning dan merah akan tetap terlihat sebagai warna aslinya. Tetapi, hijau dan biru akan tampak sebagai merah. Tapi tunggu sampai pengeclupan. Bim salabim abakadabra….yang semula hanya nampak merah dan kuning, akan muncul hijau dan biru. Terakhir, ketika warna-warna cerah telah muncul, saatnya pengeringan. Semua kain yang telah melalui pengeclupan, diangin-anginkan agar cepat kering. Ketika kain telah kering, inilah saat yang tepat untuk mengakhirinya.

Peserta membawa pulang hasil karyanya dan sebuah sertifikat. Di bagian akhir sebelum pamit, panitia memberikan vendel kepada Batik Goenawan Setiawan sebagai ucapan terima kasih. Dan kepuasan peserta ini ditutup dengan acara belanja di showroom Batik Goenawan Setiawan.

Kata Mereka

Arfi.2006 Kesannya menyenangkan..mencoba hal-hal bau, hoho~ sarannya sering-sering aja ya. Explore solo dan sekitarnya. Biar tambah pengetahuan dan pengalaman juga.^^

Dias.2007 Asik acaranya. Baru tahu tipa desain batik banyak maknanya, yang pasti mbatik itu gak gampang,he=)

Paul.2008 Wou, luar biasa, mantap, dengan uang pendaftaran yang sangat amat murah meriah sekali (bagaikan membeli kacang rebus)-_-“. Tapi, ilmu yang di dapat bagaikan memakan bakpao sebesar truk. Sangat bermanfaat, seru, dan bikin ketagihan. Lain kali bikin one day of apa gitu, pokoke of of yang lain lah.

Bidari.2009 Menyenangkan banget, tambah pengalaman. Masukannya tetep masalah waktu aja, terlalu lama nunggu kumpul untuk berangkat ke tempat batiknya.

admin by Busrini Agustina Prihatini

Selo, 27-28 Februari 2010, sekitar 80 pangurus himapsi menuju Selo, Boyolali untuk mengikuti acara upgrading. Pukul 09.00 peserta upgrading berangkat dari kampus Tirtomoyo,dan sampai di Selo sekitar pukul 10.30. Keberangkatan ini didampingi oleh TIM KSR Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Hari pertama upgrading, 27 Februari 2010
Dimulai dengan makan siang (bagi peserta wanita) dan sholat Jumat (bagi yang laki-laki).
Sekitar pukul 13.00 diisi materi tentang BPO oleh pengurus inti. Sore harinya, dilakukan beraneka macam game, diantaranya permainan “sapi_kandang”, permainan ’17-an’, ular naga, bermain voli yang cukup unik, yaitu dengan menggunakan balon berisi air sebagai bolanya, seprei sebagai pemukulnya dan diakhiri dengan perang air. Malam harinya, setelah makan malam, kurang lebih pukul 19.30, diisi materi oleh Bapak Nugraha Arif Karyanta, S.Psi tentang keorganisasian. Kejadian tangis menangis pun ada di dalamnya. Menjelang pukul 21.30, angkatan atas (2004)menceritakan kepada peserta tentang sejarah berdirinya HIMAPSI, acara semakin hening karena diwarnai dengan acara ‘mati lampu’, heheeee…. Acara hari pertama selesai….

Hari kedua upgrading, 28 Februari 2010
Pukul 02.00 dini hari, peserta diajak untuk ‘renungan dini hari’, yang berakhir sekitar pukul 04.00. Banyak hal yang diperoleh dari acara ini. salah satunya tentang kebersamaan, tentang sebuah cerita kakak dan adik, dan tentang rasa berbagi. “mana bebanmu, ini pundakku”
Setelah makan pagi (kurang lebih pukul 08.00) peserta melakukan out bond menelusuri bukit Selo yang penuh tantangan. Begitu sulitnya medan yang ditempuh mengakibatkan ‘hampir terjadinya korban kecelakaan’, namun karena kewaspadaan peserta sangat tinggi dan di antara peserta saling bantu membantu, medan itu kami lalui dengan sangat mulus, bagaikan melalui dataran pegunungan yang sejuk dan indah (halaaaaaaahh TJ alias tidak jelas,,, heheee..) Game yang ada di Outbond di antaranya adalah kotak berhadiah, “bayangan”, pindahin bola pingpong, rintangan tutup mata, dan tentunya ada pengujian kemampuan kita tentang lobying, dan wawasan tentang almamater.
Outbond berakhir pukul 13.30 yang ditutup dengan pukul air….
Penutupan acara upgrading dimulai pukul 15.30. Kami pulang menuju kampus Tirtomoyo sekitar pukul 16.30, dan sampai di kampus sekitarpukul 18.00.

Komentar-komentar peserta:
N,09: “asyik banget, ngumpul bareng temen,himapsi seangkatan,senior, dan para founder HIMAPSI juga, Pokoknya LENTERA terasa menyala hangat di tengah kebersamaan, hhaaaa”
A, 09:” yaaa awalnya sih BT banget sebelum berangkat, coz tahu ternyata 08 yang cowok gak ada yang ikut… Pas awal kito di sono kita masih mikir-mikir gitu soalnya gak begitu deket sama yang lain (maklum anak baru,, hehee)… Tapi ternyata setelah acara mulai,,, asyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik…, mana tambah kenalan sama mas-mas KSR lagi,, heheee…
N,08:” seRuuUUUU… Tempatnya oke, bagus,permainannya seru dan kreatif,, pesan: makanannya besok kalo bisa prasmanan, pesertanya diperbanyak, ada jerit malam biar seru!! ”
P,07; “Gila seru abiizzzzzz, kemungkinan ini UPGRADINGku terakhir, huhuuuuuu”

Banyak manfaat yang kita dapat dari Upgrading, di antaranya dapet ilmu, dapet banyak pengalaman, tambah koleksi permainan dan ice breaking, dan tentunya dapet teman baru…
Terima kasih LENTERA, cahayamu akan selalu menerangi kami…..
LENTERA… NYALA!!!!

admin by Shinta Arvianti Hamidah