ONE DAY OF BATIK

Posted: 19/03/2010 in event
Tag:,

Time      : 16 Maret 2010.

Place     : Batik Gunawan Setiawan

Presented by Komite Minat dan Bakat

2 oktober 20009 adalah tanggal yang akan dicatat sebagai hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal itu, UNESCO sebagai lembaga PBB yang bergerak dalam bidang budaya menetapkan batik nusantara sebagai warisan budaya dunia (world heritage). Kita sebagai bangsa Indonesia patut berbangga atas penobatan ini. Tapi, rasa bangga saja ternyata tidak cukup. Harus ada tindakan nyata untuk menunjukkan kebanggaan kita itu. Banyak jalan menuju Roma. Itu kata pepatah kuno. Maka, banyak jalan juga untuk menunjukkan rasa bangga kita akan batik nusantara.

Salah satu cara yang dilakukan oleh mahasiswa psikologi adalah dengan mengadakan acara one day of. Dalam kegiatan ini, mahasiswa psikologi yang berjumlah sekitar 48 orang dari angkatan 2006 sampai yang 2009 mengikuti rangkaian acara di kampung batik Kauman, yang lebih tepatnya di Batik Goenawan Setiawan.

Bermodalkan kendaraan masing-masing, berangkatlah iring-iringan kendaraan dari kampus tercinta menuju Kauman. Meniti jalur Panggung-Pasar Gede-Gladag-Capit Urang-Klewer-Kauman, akhirnya sampai juga rombongan di tempat tujuan. Acara pertama yang dilakukan adalah  berkeliling ke dapur batik. Di sini,para peserta yang awam batik mendapat pencerahan dari seorang pemandu yang dengan kata-katanya membimbing kami (para peserta) menuju titik terang tentang tata cara pembuatan batik. Mulai dari batik cap yang menggunakan pencetak, hingga batik tulis yang memiliki kerumitan tinggi untuk menjadikannya sebuah kain batik yang indah. Tak hanya itu, sang pemandu juga memberitakan tentang proses pewarnaan kain batik dengan menggunakan bahan kimia dan bahan alami. Yang ternyata, proses pembuatan batik itu tak semudah menghabiskan sebungkus nasi kucing. Celetukan dari seorang teman ini sepertinya patut kita pikirkan, “Besok kalau beli kain batik, jangan nawar ya…bikinnya susah.”

Pada akhir perjalanan ini, kami diajak ke sebuah ruang museum (no camera in this room) yang berisi ragam motif batik. Ternyata, motif batik itu dibuat tidak asal-asalan. Tiap goresan yang ada pasti mempunyai makna. Tak ada cetak yang terbuang sia-sia tanpa arti. Semuanya ada tujuan yang mengikuti. Sehingga, penggunaannya pun akan berbeda antara motif yang satu dengan yang lainnya.

Lelah melakukan perjalanan, peserta akhirnya duduk. Dan tibalah saat yang dinantikan. Puncak dari rangkaian acara ini, yaitu membatik bersama. Kelompok besar yang ada kemudian membelah diri menjadi 12 kelompok yang di dalamnya berisi 4 orang. Kemudian, agar tidak terlalu banyak para peserta yang tersesat dalam proses ke depannya, sang pemandu pun memberikan petuah terakhirnya tentang proses yang akan dilalui. Membuat pola pada kain (dibebaskan), mencanting, proses pewarnaan, pengclupan, dan terakhir pengeringan.

Dengan sebatang pensil, kain mori itu berubah. Kemudian, ketika api telah tertransfer dari korek ke kompor, hal ini menandakan bahwa proses mencanting akan segera dimulai. Malam di atas wajan mencair. Tiap orang telah siap dengan canting masing-masing. Lantas, dengan perlahan dan tertatih peserta mulai mencanting. Memindahkan malam cair ke atas kain sehingga membentuk motif yang indah. Meski baru belajar, ternyata tidak membutuhkan banyak waktu bagi para pembatik psikologi untuk merampungkan proses ini.

Lanjut prosesi selanjutnya adalah mewarnai. Dalam proses ini, peserta disediakan 4 buah macam warna. Hijau, biru, merah, dan kuning. Tetapi, jangan sampai tertipu. Karena warna yang akan tampak pada pada kain batik akan berbeda. Kuning dan merah akan tetap terlihat sebagai warna aslinya. Tetapi, hijau dan biru akan tampak sebagai merah. Tapi tunggu sampai pengeclupan. Bim salabim abakadabra….yang semula hanya nampak merah dan kuning, akan muncul hijau dan biru. Terakhir, ketika warna-warna cerah telah muncul, saatnya pengeringan. Semua kain yang telah melalui pengeclupan, diangin-anginkan agar cepat kering. Ketika kain telah kering, inilah saat yang tepat untuk mengakhirinya.

Peserta membawa pulang hasil karyanya dan sebuah sertifikat. Di bagian akhir sebelum pamit, panitia memberikan vendel kepada Batik Goenawan Setiawan sebagai ucapan terima kasih. Dan kepuasan peserta ini ditutup dengan acara belanja di showroom Batik Goenawan Setiawan.

Kata Mereka

Arfi.2006 Kesannya menyenangkan..mencoba hal-hal bau, hoho~ sarannya sering-sering aja ya. Explore solo dan sekitarnya. Biar tambah pengetahuan dan pengalaman juga.^^

Dias.2007 Asik acaranya. Baru tahu tipa desain batik banyak maknanya, yang pasti mbatik itu gak gampang,he=)

Paul.2008 Wou, luar biasa, mantap, dengan uang pendaftaran yang sangat amat murah meriah sekali (bagaikan membeli kacang rebus)-_-“. Tapi, ilmu yang di dapat bagaikan memakan bakpao sebesar truk. Sangat bermanfaat, seru, dan bikin ketagihan. Lain kali bikin one day of apa gitu, pokoke of of yang lain lah.

Bidari.2009 Menyenangkan banget, tambah pengalaman. Masukannya tetep masalah waktu aja, terlalu lama nunggu kumpul untuk berangkat ke tempat batiknya.

admin by Busrini Agustina Prihatini

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s