ISLAMIC DISCUSSION

Posted: 04/04/2010 in event
Tag:, , ,

Ini nih, proker Bikro Islam Himapsi yg kedua, namanya ID singkatan dari ISLAMIC DISCUSSION. Acaranya ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 30 Maret 2010 di Ruang kuliah 1 prodi Psikologi UNS. Acara ini dihadiri oleh teman – teman dari Fakultas Kedokteran UNS, khususnya teman – teman dari Psikologi.

Acaranya asyik banget,,, kali ini ID membahas tentang KKN. Apakah itu??? Hehehehe, bukan kuliah kerja nyata lho, tapi KULIAH KERJA NIKAH. Huhuiiiiiiiiii.. materi kali ini penting bagi saudara – saudara yang sudah ingin melangkah menuju jenjang yang tiiiiiiiiiiittttttttttt, hehehe gak usah di sensor kali ye, yup! Kita perjelas lagi konteksnya, materi kali ini penting bagi saudara – saudara yang sudah ingin melangkah menuju jenjang pernikahan, sebuah jenjang yang menyatukan dua insan manusia di langkah yang halal dan smoga sakinah mawaddah dan warahmah, amin.

Nama pembicara di acara ini adalah Ibu Luthfiyah T. Hastuti, SH. MH. Beliau salah satu Dosen di Fakultas Hukum UNS yang mengajar Mata Kuliah Hukum Islam. Acara Diskusi perdana bikro ini dimoderatori oleh Saudara Wildan, mahasiswa Psikologi UNS angkatan 2006 Di bawah ini ada materi yang disampaikan oleh Ibu Luthfiyah :

PERSIAPAN MENJELANG PERNIKAHAN
1.Persiapan moral dan spiritual
Kesiapan spiritual ditandai oleh mantapnya niat dan langkah menuju kehidupan rumah tangga. Tidak ada rasa gamang atau keraguan tatkala memutuskan untuk menikah, dengan segala konsekuensinya atau resiko yang akan dihadapi pasca pernikahan
2.Persiapan konsepsional
Ditandai dengan penguasaan berbagai hukum, etika, aturan, dan pernik-pernik pernikahan serta kerumahtanggaan.
3.Persiapan Fisik
Ditandai dengan adanya kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami atau isteri yang optimal. Kesehatan reproduksi juga menjadi perhatian penting
4.Persiapan Material
Islam meletakkan kewajiban ekonomi akibat dari pernikahan ada di tangan suami. Para suami berkewajiban menyediakan kehidupan bagi isteri sejak dari kebutuhan konsumsi, pakaian, tempat tinggal, kesehatan, dll.

5.Persiapan sosial
Membiasakan diri terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan cara melakukan persiapan sosial. Apabia laki-laki dan perempuan muslim sudah mencapai usia dewasa hendaknya mereka mengambil peran sosial di tengah masyarakat sebagai bagian utuh dari cara mereka belajar berinteraksi dalam kemajemukan masyarakat.

Apa yang menjadi masalah dalam persiapan menikah…?
 Dengan siapa…?
 Kapan…?
 Di mana….?
 Anak siapa…?
Bukan itu masalahnya…!!!!!!
Masalah terpenting adalah dengan cara apa pernikahan diawali …..
Oleh karena itu, hahahahah, sebelum menikah,huhuhuhu, harus ada persiapan. Ya iyalah, hihihih, persiapan lahir dan batin beserta saudara-saudaranya yang lain, hehehhehe.
Tidak lupa kami lampirkan ( kok jadi formal sih??? Biasa aja ya) dokumentasi dari acara ini. Silahkan diperhatikan, ^_^
Maaf, 2 saja cukup ya,,,,,,,,,,,,,,,,

jilbab biru = pembicara jilbab biru = ??????
o, mahasiswa psikologi yang menjadi panitia di kajian bareng
Ketua Kabar : Titik Rahmawati ’
Sekretaris : Erna Widhi Rahayu ’08
Bendahara : Septa Aristiani Saputri ’08

Sie Acara : Rofatina ’08
Auditya Warta Kusuma ’09
Indah Nuryanti ’07

Sie Publikasi : Irzia Roshida Mardani ’08
Adha Tri Yuliana ’08

Sie Konsumsi : Titik Rahmawati ’08
Mufna Rahmaini Millatina ’07

Sie perlengkapan : Candra Kurniawan ’08

admin by Rizky Mestika Warni HSB

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s