Posts Tagged ‘audiensi’

Surakarta, 1 April 2010.

Acara Audiensi yang digalang oleh Komite Jaringan dan Informasi (Komjar) HIMAPSI LENTERA UNS, bertujuan untuk menyerap aspirasi mahasiswa, yang ditujukan kepada pihak prodi maupun fakultas. Acara tersebut dihadiri oleh:
1. Dekan Fakultas Kedokteran UNS, DR. H.AA.Subijanto,dr.MS;
2. Pembantu Dekan III Hari Purnomo Sidik,dr,MMR;
3. Kaprodi Psikologi Dra.Suci Murti K, M.Si,
4. Sekretaris Prodi Psikologi, Drs.Hardjono, M.Si;
5. Bendahara Prodi Psikologi, Rin Widya Agustin, S.Psi.M.Psi,
6. Koordinator bidang kemahasiswaan Prodi Psikologi, H.Arista Adi N, S.Psi,M.M,
7. Serta 40 mahasiswa Prodi Psikologi

Acara ini membahas dua masalah pokok yang terjadi dalam lingkup akademisi,yaitu:
1. Masalah Akademis dan Kemahasiswaan, dan
2. Masalah Sarana dan Prasarana

Pada sesi pertama, yang membahas akademis dan kemahasiswaan, muncul pertanyaan-pertanyaan kritis dari mahasiswa, diantaranya:
1.Bagaimana ketentuan pemberian nilai, apakah kehadiran yang mencapai 75% atau lebih,masih bisa mendapatkan nilai D bahkan E? (Bidari, 2009)
2.Pada semester 4 sekarang ini, jumlah SKS yangtersedia mencapai 22, sedangkan mahasiswa yang mendapat IP<3 tidakboleh mengambil jumlah SKS lebih dari 21, apakah jumlah SKS itu bisa dikurangi,sehingga mahasiswa tidak merasa dirugikan? (Suprapto, 2008)
3.Mengenai mata kuliah Statistik. Apakah sudah efektif pelajaran statistik hanya 3SKS, sedangkan dosennya sangat tidak efektif? (Suprapto, 2008)
4.Mengenai dosen yang ada di daftar dan tidak pernah mengajar. Mengapa itu bisa terjadi, dan apakah kita berhak meminta kepada dosen tersebut? (Arinda, 2008)
5.Apakah bisa merevisi nilai mata kuliah, setelah nilai ditempel?, jika kejadian seperti angkatan 2009 kemarin? (Bidari 2009)
6.Bagaimana penjelasannya ada mata kuliah yang mewajibkan mahasiswa mengikuti seminar, dan sertifikatnya harus dilampirkan sebagai syarat ujian?(Dyah Kumalasari,2009)
7.Bagaimana proses seleksi kepanitiaan, yang mana pada TRY OUT SNMPTN 2010, jumlah mahasiswa psikologi hanya ada tiga,padahal yang mendaftar banyak, tapi yang diterima hanya tiga. Prodi yang lain di FK banyak yang menjadi panitia. (Dyah K, 2009)
Jawaban:
1.75% kehadiran bukan sebagai syarat mendapat nilai C atau B, namun sebagai syarat boleh mengikuti ujian. Memang ada beberapa dosen yang mengatakan bahwa jika 75% kehadiran dipenuhi, akan mendapat nilai C minimal, namun itu hanya kebijakan dosen tersebut. Perolehan dan cara penilaian bisa dilihat di buku pedoman mahasiswa halaman 91.
2.Tidak bisa,karena itu sudah melakukan kesepakatan bersama, dan kalau harus diubah, harus mengadakan pembahasan ulang mengenai jumlah SKS tersebut.
3.Untuk menentukan penambahan atau mengurangi jumlah SKS pada mata kuliah, harus melalui kokulikulum, kesepakatan dari seluruh prodi adatau fakultas di seluruh Indonesia.Tidak boleh melakukan pemutusan sepihak. Jika dirasa kurang materinya, maka boleh meminta tambahan dari dosen yang terkait.
4.Dosen yang ada di daftar dan beliau jarang mengajar, pasti ada asistennya (dosen yang masih muda). Di antara mereka pasti sudah ada kesepakatan. Dosen utama, sebagai penanggung jawab utama KBM berjalan. Kalau mau minta diajar dosen utama tersebut boleh. Tetapi biasanya dosen tersebut memiliki kesibukan yang begitu padat, dan oleh karena itu beliau mewakilkan pada asisten dosen (dosen muda).
5.Bisa, namun ada batasannya, biasanya maksimal satu minggu sebelum keputusan akhir.
6.Kondisi saat kuliah memang menjadi kewenangan dosen yang bersangkutan. Dosen berhak mengkoordinasikan, mengelola kegiatan luar yang terkait ada relevansinya. Hal ini juga bertujuan untuk mengembangkan soft skill, hard skill 20%, sedangkan softskill 80%. Di samping itu, nantinya kegiatan kemahasiswaan ini akan mendapatkan poin dan menjadi syarat seorang mahasiswa boleh mengikuti ujian skripsi.
Tambahan: Kebijakan memang ada di pihak dosen, namun kesediaan dan kesepihakan akan menjadi pertimbangan utama dilakukannya seminar tersebut.
7.Kebijakan diputuskan semuanya oleh tim penyelenggara. Jika dirasa mampu, maka seorang boleh mengikuti kepanitiaan tersebut. Coba langsung tanyakan saja kepihak penyelenggara.

Sessi kedua, masalah Sarana dan Prasarana:
Pertanyaan yang muncul:
1.Bagaimana proses pemindahan angkatan 2009 ke FK? Mengapa yang dipindah hanya satu? Padahal kami juga satu,merasa kehilangan jika yang satu tidak ada. Untuk mengurus surat-surat saja 2009 harus mengurus di Tirtomoyo, kasihan mereka? Nah bagaimana solusinya? (Norysta, 2008)
2.Mengenai MIC, AC, Toilet, bus yang ada di samping kampus, dan fasilitas olahraga. Bapak Ibu bisa melihat sendiri kondisinya. Lalu bagaimana solusinya? (I Kadek, 2008)
3.Mengapa jam kampus hanya sampai pukul 17.00, padahal kami membutuhkan waktu lebih untuk menyelesaikan kegiatan kemahasiswaan kami. Bagaimana solusinya? (Fajar, 2009)
4.Jumlah TU di prodi psikologi hanya 3, apakah tidak bisa ditambah?
Jawaban:
1.Proses pemindahan 2009 ke FK karena ada audiensi dan FGD 2007. Karena di FK hanya bisa untuk 80 orang,maka yang dipindah hanya 2009
2.Prodi Psikologi in ibaru berdiri 6 tahun. Pembangunan masih bertahap. Uang POM ya digunakan untuk ini.
Tambahan: besok setelah saya dilantik menjadi kaprodi, langkah saya yang pertama dalah membetulkan toilet.
3.Jam kampus bisa diperpanjang, asalkan ada uang tambahan untuk satpam.
4.Sudah mengajukan ke fakultas tapi belum disetujui.

SAMPAIKAN ASPIRASIMU, NYALAKAN SEMANGATMU, DAN TERBANGLAH UNTUK MASA DEPANMU!!!
LENTERA,, NYALA!!

admin by Shinta Arvianti Hamidah

Sebuah agenda rutin dari himpunan mahsiswa psikologik UNS yang mempertemukan perwakilan dari masing-masing angkatan untuk membahas siu-isu dan masalah-masalah yang sedang terjadi di kampus PSikologi tercinta. Acara yang diselenggarakan oleh komite komunikasi dan jaringan(KOMJAR) ini juga merupakan pijakan awal sebelum menuju kepada tingkat yang lebih tinggi yaitu Audiensi, sebuah pertemuan yang hampir sama namun lebih tinggi dengna menghadirkan dosen dan pengelola Prodi PSikologi UNS.

Dalam Focus Group Discussion yang diadakan pada tanggal 18 maret 2010 yang lalu dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari masing-masing angkatan mulai dari anagkatan 2006,2007,2008 dan 2009. Masing-masing angkatan mewakilkan 3 orang. Acara yang dipipmpin oleh seorang moderator yang berasal dari panitia berlangsung di Ruang kuliah I kampus PSikologi pukul 13.30.

Acara dimulai dengan menyamakan isu-isu apakah yang akan diangkat ke permukaan. Isu-isu itu antara lain tentang sarana dan prasarana kampus, transparansi nilai dan profesionalisme dosen-dosen program studi psikologi UNS. Satu persatu peserta memberikan tanggapan mengenai isu-isu tersebut.
Yang pertama dibahas adalah tentang sarana dan prasarana yang ada di kampus psikologi UNS. Dimulai dari ruang kelas, mayoritas peserta FGD mempertanyakan tentang AC. Semua peserta meminta kepada pengelola prodi untuk menyediakan Ac di masing-masing ruang kuliah untuk keberlangsungan dan kenyamanan proses perkuliahan yang kondusif. Masih mengenai ruang kelas yang ada di kampus psikologi UNS, mahasiswa mempertanyakan tentang kebersihan runag kelas yang tidak terawatt. Dipertanyakan mengapa sepertinya tidak ada petugas kebersiahan yang bertanggung jawab terhadap kebersiahan ruang kelas setiap pagi.

Masih mengenai sarana dan prasarana, peserta FGD mempertanyakan keberadaan KAmarmandi bagi putra maupun putri yang jumlahnya sangat minim dan meminta kepada pihak prodi untuk menambah jumlahnya dan meminta agar kebersihannya agar lebih diperhatikan. Lebih lanjut mngenai sarana dan prasarana, yang mendapat perhatian lebih dari peserta adalah ketersediaan lah parker ynag masihjauh dari kata memadai.
Beralih ke isu yang kedua yaitu mengenai transparansi nilai yang diberikan oleh para dosen kepada mahasiswa. Mayoritas peserta mempertanyakan bagaimana proses pemberian nilai yang dilakukan oleh dosen.
Semua uneg-uneg yang ada di FGD akan di sampaikan kepada dosen-dosen dan pengelola prodi dalam audiensi.

-admin by Dian Putra Haryadi-