Posts Tagged ‘psikologi UNS’

seminar nasional yang akan mengahdirkan tiga orang pembicara antara lain Dr.dr. Taufik Pasiak, M.Pd. I. M.Kes, ketua indonesian neuroscience club, dr. Adre Mayza, Sp.S (K) dari kementrian kesehatan RI, dan DR. Indira Laksmi, M.Psi, Ketua Himpunan Psikolog Klinis Indonesia ini diadakan pada minggu, Juli 2010 DI Auditorium UNS. acara ini merupakan kerjasama antara Himpuna Mahasiswa PSikologi UNS dan International Brain Stimulation. Acara ini akan mengupas bagaimana cara meningkatkan kecerdasan otak dengan memaksimalkan fungsi otak itu sendiri. selain Kajian dari pakar neuroscience juga dipaparkan pandangan dari psikolog. Acara ini terbuka untuk umum dan mahasiswa.
menurut penelitian yang dilakukan oleh International Brain Stimulation didapatkan fakta bahwa sebenarnya kita hanya menggunakan 1% otak kita dan sisanya tuidak kita gunakan. Nah untuk itulah di acara ini akan dibahas bagaimana memaksimalkan fungsi otak untuk meningkatkan kecerdasan anak. Acara ini sangat dianjurkan untuk para ibu rumah tangga dan kalangan civitas akademika. Adapun tujuan dari acara ini adalah memberi informasi kepada masyarakat akan pentingnya stimulasi otak dan memeberikan informasi kepada masyarakat bagaimana mengoptimalkan kkinerja otak secara kesluruhan. acara ini juga didukung oleh dina pendidikan, kependudukan dan olahraga (DisDikpora) kota Surakarta.
Fasilitas yang Ditawaekan Antar LAin sertifikat, materi, seminar kit, lunch and coffee break.
untuk Informasi lebih lanjut bisa tinggalkan komen atau hubungi HIMPASI UNS di jalan Kol.Sutarto 150K jebres, Surakarta.

Loper isi. Lomba antar pengurus himapsi merupakan acara rutin yang dilaksanakan di pertengahan kepengurusan. Tahun ini diadakan pada hari Sabtu, 5 Juni 2010. Sama seperti tahun kemarin,  POSDM sebagai komite penyelenggara menyerahkan pelaksanaan pada pengurus inti. POSDM bersama inti menyusun segala games yang akan dikompetisikan oleh tiap komite dan biro. Inilah macam perlombaan yang diadakan

1. Jingle Himapsi

Tiap komite membuat sebuah jingle untuk kepengurusan tahun ini. Syaratnya harus mencantumkan kata-kata lentera, luapan semangat dan tekad membara. Semuanya menampilkan yang terbaik. Namun dari seluruhnya itu, terpilihnya jingle dari Kominfo sebagai pemenangnya yang ditetapkan sebagai jingle himapsi lentera.

2. Finding Lentera

Komite dan biro diberikan sebuah klu yang akan menggiring pada huruf-huruf L,E,N,T,E,R, dan A. Komite pertama yang berhasil menyusun semua huruf tersebut adalah pemenangnya. Tetapi, karena ada biro dan komite yang mengambil huruf tidak sesuai klu, akhirnya game ini dinyatakan seri.

3. Lomba Cerdas Ngawur

Sesuai namanya, soal yang diberikan pun sangat aneh dan nyeleneh. Kalau jadi pesertanya, pasti bikin geregetan “soal apa to ini?”. Tapi, selama 2x loper isi diadakan, juara LCN selalu sama yaitu Bikro.

4. Bahan Bakar LENTERA

Tiap komite dan biro diminta membuat sebuah benda pakai yang bermanfaat bagi Himapsi tetapi dari barang-barang bekas. Ada yang membuat kotak saran, kotak surat masuk dan keluar, kotak obat, tempat kertas, dan rak sepatu. Maka keluarlah KMB sebagai pemenang yang membuat rak sepatu.

5. Desert

Namanya juga desert, ya pasti kerjaannya buat kudapan. Prasyarat yang diajukan adalah pembelian bahan dasarnya tidak boleh lebih dari Rp 15.000,00. Macem-macem hidangan terhampar ketika proses penilaian. Ada yang buat sate buah, es buah, sup buah, dan puding. Pemenangnya adalah KSP.

6. Estafet air

Inilah game terakhir yang dilaksanakan di Loper Isi. Ketentuan dari permainan ini adalah tiap komite dan biro harus mengirimkan 5 orang wakilnya untuk beradu dengan komite dan biro lain. Tugasnya delegasi komite dan biro diminta untuk memindahkan air dari baskom ke sebuah gelas dengan sebuah piring untuk mengambil dan menerima air dari pemain lain di depannya. Pemindahan dilakukan di atas kepala dan tidak boleh melihat proses pemindahan itu. Permainan ini dimenangkan oleh HO.

Seluruh perlombaan ini memiliki poin masing-masing yang akan dijumlahkan untuk mencari juara umum. Di akhir acara diumumkanlah juaranya. Ini adalah rinciannya, juara harapan 4 KOMJAR, harapan 3 KMB, harapan 2 BIKRO, harapan 1 KOMINFO, juara 3 POSDM, juara 2 HO, dan juara umum untuk loper isi tahun 2010 adalah KSP.

admin by busrini agustina prihatini

apa kabar?

Posted: 15/06/2010 in news
Tag:,

apa kabar himapsi???mungkin inilah topik yang paling baru. ada banyak alasan kenapa post ini yang dipilih. mulai dari teguran dari pak ketua sampai kebosanan pembaca dan admin melihat isi blog ini yang hanya monoton seperti itu-itu saja. mari kita sejenak rehat dari aktivitas kuliah dan organisasi yang padat dan menjenuhkan.
apa kabar himapsi? sebetulnya banyak info terbaru yang mau di share dengan pembaca sekalian. sekarang kita fokus dulu aja dengan kondisi himapsi dan kampus psikologi uns. ada apa seh di himapsi dan Kampuus Psikologi UNS???
himapsi sepertinya gak pernah lepas dari kepadatan aktivitas. kegiatan yang satu belum selesai sudah harus persiapan untuk kegiatan yang lainnya. belum lagi ditambah aktivitas kuliah yang full dengan tugas.semua ini menuntut kemampuan manajemen waktu dan manajemen diri dari teman-teman himapsi. sabar ya kawan…….
banyak yang bertanay kenapa sih facebook dan blog himapsi sepi banget. malah ada yang belum ngerti kalau himapsi punya blog. untuk temen-teman yang sudah tau himapsi punya blog tolong teman-teman lainnya dikasih tau biar lebih rame.
blog ini juga milik kita bersama. jadi membutuhkan kritik dan saran dari temen-temen sekalian. punya unek-unek atau pendapat salurkan aja lewat blog ini atau lewat FB himapsi…

Surakarta, 1 April 2010.

Acara Audiensi yang digalang oleh Komite Jaringan dan Informasi (Komjar) HIMAPSI LENTERA UNS, bertujuan untuk menyerap aspirasi mahasiswa, yang ditujukan kepada pihak prodi maupun fakultas. Acara tersebut dihadiri oleh:
1. Dekan Fakultas Kedokteran UNS, DR. H.AA.Subijanto,dr.MS;
2. Pembantu Dekan III Hari Purnomo Sidik,dr,MMR;
3. Kaprodi Psikologi Dra.Suci Murti K, M.Si,
4. Sekretaris Prodi Psikologi, Drs.Hardjono, M.Si;
5. Bendahara Prodi Psikologi, Rin Widya Agustin, S.Psi.M.Psi,
6. Koordinator bidang kemahasiswaan Prodi Psikologi, H.Arista Adi N, S.Psi,M.M,
7. Serta 40 mahasiswa Prodi Psikologi

Acara ini membahas dua masalah pokok yang terjadi dalam lingkup akademisi,yaitu:
1. Masalah Akademis dan Kemahasiswaan, dan
2. Masalah Sarana dan Prasarana

Pada sesi pertama, yang membahas akademis dan kemahasiswaan, muncul pertanyaan-pertanyaan kritis dari mahasiswa, diantaranya:
1.Bagaimana ketentuan pemberian nilai, apakah kehadiran yang mencapai 75% atau lebih,masih bisa mendapatkan nilai D bahkan E? (Bidari, 2009)
2.Pada semester 4 sekarang ini, jumlah SKS yangtersedia mencapai 22, sedangkan mahasiswa yang mendapat IP<3 tidakboleh mengambil jumlah SKS lebih dari 21, apakah jumlah SKS itu bisa dikurangi,sehingga mahasiswa tidak merasa dirugikan? (Suprapto, 2008)
3.Mengenai mata kuliah Statistik. Apakah sudah efektif pelajaran statistik hanya 3SKS, sedangkan dosennya sangat tidak efektif? (Suprapto, 2008)
4.Mengenai dosen yang ada di daftar dan tidak pernah mengajar. Mengapa itu bisa terjadi, dan apakah kita berhak meminta kepada dosen tersebut? (Arinda, 2008)
5.Apakah bisa merevisi nilai mata kuliah, setelah nilai ditempel?, jika kejadian seperti angkatan 2009 kemarin? (Bidari 2009)
6.Bagaimana penjelasannya ada mata kuliah yang mewajibkan mahasiswa mengikuti seminar, dan sertifikatnya harus dilampirkan sebagai syarat ujian?(Dyah Kumalasari,2009)
7.Bagaimana proses seleksi kepanitiaan, yang mana pada TRY OUT SNMPTN 2010, jumlah mahasiswa psikologi hanya ada tiga,padahal yang mendaftar banyak, tapi yang diterima hanya tiga. Prodi yang lain di FK banyak yang menjadi panitia. (Dyah K, 2009)
Jawaban:
1.75% kehadiran bukan sebagai syarat mendapat nilai C atau B, namun sebagai syarat boleh mengikuti ujian. Memang ada beberapa dosen yang mengatakan bahwa jika 75% kehadiran dipenuhi, akan mendapat nilai C minimal, namun itu hanya kebijakan dosen tersebut. Perolehan dan cara penilaian bisa dilihat di buku pedoman mahasiswa halaman 91.
2.Tidak bisa,karena itu sudah melakukan kesepakatan bersama, dan kalau harus diubah, harus mengadakan pembahasan ulang mengenai jumlah SKS tersebut.
3.Untuk menentukan penambahan atau mengurangi jumlah SKS pada mata kuliah, harus melalui kokulikulum, kesepakatan dari seluruh prodi adatau fakultas di seluruh Indonesia.Tidak boleh melakukan pemutusan sepihak. Jika dirasa kurang materinya, maka boleh meminta tambahan dari dosen yang terkait.
4.Dosen yang ada di daftar dan beliau jarang mengajar, pasti ada asistennya (dosen yang masih muda). Di antara mereka pasti sudah ada kesepakatan. Dosen utama, sebagai penanggung jawab utama KBM berjalan. Kalau mau minta diajar dosen utama tersebut boleh. Tetapi biasanya dosen tersebut memiliki kesibukan yang begitu padat, dan oleh karena itu beliau mewakilkan pada asisten dosen (dosen muda).
5.Bisa, namun ada batasannya, biasanya maksimal satu minggu sebelum keputusan akhir.
6.Kondisi saat kuliah memang menjadi kewenangan dosen yang bersangkutan. Dosen berhak mengkoordinasikan, mengelola kegiatan luar yang terkait ada relevansinya. Hal ini juga bertujuan untuk mengembangkan soft skill, hard skill 20%, sedangkan softskill 80%. Di samping itu, nantinya kegiatan kemahasiswaan ini akan mendapatkan poin dan menjadi syarat seorang mahasiswa boleh mengikuti ujian skripsi.
Tambahan: Kebijakan memang ada di pihak dosen, namun kesediaan dan kesepihakan akan menjadi pertimbangan utama dilakukannya seminar tersebut.
7.Kebijakan diputuskan semuanya oleh tim penyelenggara. Jika dirasa mampu, maka seorang boleh mengikuti kepanitiaan tersebut. Coba langsung tanyakan saja kepihak penyelenggara.

Sessi kedua, masalah Sarana dan Prasarana:
Pertanyaan yang muncul:
1.Bagaimana proses pemindahan angkatan 2009 ke FK? Mengapa yang dipindah hanya satu? Padahal kami juga satu,merasa kehilangan jika yang satu tidak ada. Untuk mengurus surat-surat saja 2009 harus mengurus di Tirtomoyo, kasihan mereka? Nah bagaimana solusinya? (Norysta, 2008)
2.Mengenai MIC, AC, Toilet, bus yang ada di samping kampus, dan fasilitas olahraga. Bapak Ibu bisa melihat sendiri kondisinya. Lalu bagaimana solusinya? (I Kadek, 2008)
3.Mengapa jam kampus hanya sampai pukul 17.00, padahal kami membutuhkan waktu lebih untuk menyelesaikan kegiatan kemahasiswaan kami. Bagaimana solusinya? (Fajar, 2009)
4.Jumlah TU di prodi psikologi hanya 3, apakah tidak bisa ditambah?
Jawaban:
1.Proses pemindahan 2009 ke FK karena ada audiensi dan FGD 2007. Karena di FK hanya bisa untuk 80 orang,maka yang dipindah hanya 2009
2.Prodi Psikologi in ibaru berdiri 6 tahun. Pembangunan masih bertahap. Uang POM ya digunakan untuk ini.
Tambahan: besok setelah saya dilantik menjadi kaprodi, langkah saya yang pertama dalah membetulkan toilet.
3.Jam kampus bisa diperpanjang, asalkan ada uang tambahan untuk satpam.
4.Sudah mengajukan ke fakultas tapi belum disetujui.

SAMPAIKAN ASPIRASIMU, NYALAKAN SEMANGATMU, DAN TERBANGLAH UNTUK MASA DEPANMU!!!
LENTERA,, NYALA!!

admin by Shinta Arvianti Hamidah

ISLAMIC DISCUSSION

Posted: 04/04/2010 in event
Tag:, , ,

Ini nih, proker Bikro Islam Himapsi yg kedua, namanya ID singkatan dari ISLAMIC DISCUSSION. Acaranya ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 30 Maret 2010 di Ruang kuliah 1 prodi Psikologi UNS. Acara ini dihadiri oleh teman – teman dari Fakultas Kedokteran UNS, khususnya teman – teman dari Psikologi.

Acaranya asyik banget,,, kali ini ID membahas tentang KKN. Apakah itu??? Hehehehe, bukan kuliah kerja nyata lho, tapi KULIAH KERJA NIKAH. Huhuiiiiiiiiii.. materi kali ini penting bagi saudara – saudara yang sudah ingin melangkah menuju jenjang yang tiiiiiiiiiiittttttttttt, hehehe gak usah di sensor kali ye, yup! Kita perjelas lagi konteksnya, materi kali ini penting bagi saudara – saudara yang sudah ingin melangkah menuju jenjang pernikahan, sebuah jenjang yang menyatukan dua insan manusia di langkah yang halal dan smoga sakinah mawaddah dan warahmah, amin.

Nama pembicara di acara ini adalah Ibu Luthfiyah T. Hastuti, SH. MH. Beliau salah satu Dosen di Fakultas Hukum UNS yang mengajar Mata Kuliah Hukum Islam. Acara Diskusi perdana bikro ini dimoderatori oleh Saudara Wildan, mahasiswa Psikologi UNS angkatan 2006 Di bawah ini ada materi yang disampaikan oleh Ibu Luthfiyah :

PERSIAPAN MENJELANG PERNIKAHAN
1.Persiapan moral dan spiritual
Kesiapan spiritual ditandai oleh mantapnya niat dan langkah menuju kehidupan rumah tangga. Tidak ada rasa gamang atau keraguan tatkala memutuskan untuk menikah, dengan segala konsekuensinya atau resiko yang akan dihadapi pasca pernikahan
2.Persiapan konsepsional
Ditandai dengan penguasaan berbagai hukum, etika, aturan, dan pernik-pernik pernikahan serta kerumahtanggaan.
3.Persiapan Fisik
Ditandai dengan adanya kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami atau isteri yang optimal. Kesehatan reproduksi juga menjadi perhatian penting
4.Persiapan Material
Islam meletakkan kewajiban ekonomi akibat dari pernikahan ada di tangan suami. Para suami berkewajiban menyediakan kehidupan bagi isteri sejak dari kebutuhan konsumsi, pakaian, tempat tinggal, kesehatan, dll.

5.Persiapan sosial
Membiasakan diri terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan cara melakukan persiapan sosial. Apabia laki-laki dan perempuan muslim sudah mencapai usia dewasa hendaknya mereka mengambil peran sosial di tengah masyarakat sebagai bagian utuh dari cara mereka belajar berinteraksi dalam kemajemukan masyarakat.

Apa yang menjadi masalah dalam persiapan menikah…?
 Dengan siapa…?
 Kapan…?
 Di mana….?
 Anak siapa…?
Bukan itu masalahnya…!!!!!!
Masalah terpenting adalah dengan cara apa pernikahan diawali …..
Oleh karena itu, hahahahah, sebelum menikah,huhuhuhu, harus ada persiapan. Ya iyalah, hihihih, persiapan lahir dan batin beserta saudara-saudaranya yang lain, hehehhehe.
Tidak lupa kami lampirkan ( kok jadi formal sih??? Biasa aja ya) dokumentasi dari acara ini. Silahkan diperhatikan, ^_^
Maaf, 2 saja cukup ya,,,,,,,,,,,,,,,,

jilbab biru = pembicara jilbab biru = ??????
o, mahasiswa psikologi yang menjadi panitia di kajian bareng
Ketua Kabar : Titik Rahmawati ’
Sekretaris : Erna Widhi Rahayu ’08
Bendahara : Septa Aristiani Saputri ’08

Sie Acara : Rofatina ’08
Auditya Warta Kusuma ’09
Indah Nuryanti ’07

Sie Publikasi : Irzia Roshida Mardani ’08
Adha Tri Yuliana ’08

Sie Konsumsi : Titik Rahmawati ’08
Mufna Rahmaini Millatina ’07

Sie perlengkapan : Candra Kurniawan ’08

admin by Rizky Mestika Warni HSB

Sebuah agenda rutin dari himpunan mahsiswa psikologik UNS yang mempertemukan perwakilan dari masing-masing angkatan untuk membahas siu-isu dan masalah-masalah yang sedang terjadi di kampus PSikologi tercinta. Acara yang diselenggarakan oleh komite komunikasi dan jaringan(KOMJAR) ini juga merupakan pijakan awal sebelum menuju kepada tingkat yang lebih tinggi yaitu Audiensi, sebuah pertemuan yang hampir sama namun lebih tinggi dengna menghadirkan dosen dan pengelola Prodi PSikologi UNS.

Dalam Focus Group Discussion yang diadakan pada tanggal 18 maret 2010 yang lalu dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari masing-masing angkatan mulai dari anagkatan 2006,2007,2008 dan 2009. Masing-masing angkatan mewakilkan 3 orang. Acara yang dipipmpin oleh seorang moderator yang berasal dari panitia berlangsung di Ruang kuliah I kampus PSikologi pukul 13.30.

Acara dimulai dengan menyamakan isu-isu apakah yang akan diangkat ke permukaan. Isu-isu itu antara lain tentang sarana dan prasarana kampus, transparansi nilai dan profesionalisme dosen-dosen program studi psikologi UNS. Satu persatu peserta memberikan tanggapan mengenai isu-isu tersebut.
Yang pertama dibahas adalah tentang sarana dan prasarana yang ada di kampus psikologi UNS. Dimulai dari ruang kelas, mayoritas peserta FGD mempertanyakan tentang AC. Semua peserta meminta kepada pengelola prodi untuk menyediakan Ac di masing-masing ruang kuliah untuk keberlangsungan dan kenyamanan proses perkuliahan yang kondusif. Masih mengenai ruang kelas yang ada di kampus psikologi UNS, mahasiswa mempertanyakan tentang kebersihan runag kelas yang tidak terawatt. Dipertanyakan mengapa sepertinya tidak ada petugas kebersiahan yang bertanggung jawab terhadap kebersiahan ruang kelas setiap pagi.

Masih mengenai sarana dan prasarana, peserta FGD mempertanyakan keberadaan KAmarmandi bagi putra maupun putri yang jumlahnya sangat minim dan meminta kepada pihak prodi untuk menambah jumlahnya dan meminta agar kebersihannya agar lebih diperhatikan. Lebih lanjut mngenai sarana dan prasarana, yang mendapat perhatian lebih dari peserta adalah ketersediaan lah parker ynag masihjauh dari kata memadai.
Beralih ke isu yang kedua yaitu mengenai transparansi nilai yang diberikan oleh para dosen kepada mahasiswa. Mayoritas peserta mempertanyakan bagaimana proses pemberian nilai yang dilakukan oleh dosen.
Semua uneg-uneg yang ada di FGD akan di sampaikan kepada dosen-dosen dan pengelola prodi dalam audiensi.

-admin by Dian Putra Haryadi-